Logo Kominfo
Beranda » Berita

Diskominfo Sandi Kota Ternate Gelar FGD Rencana Induk SPBE 2025–2029

25 Agustus 2025     Dibaca 12 kali

DISKOMINFO TERNATE — Dinas Komunikasi, Informatika, dan Persandian (Diskominfo Sandi) Kota Ternate menggelar Focus Group Discussion (FGD) Rencana Induk Sistem Pemerintah Berbasis Elektronik (SPBE) Kota Ternate Tahun 2025–2029. Kegiatan berlangsung di Auditorium Bappelitbangda Kota Ternate, Kamis (14/8/2025). FGD dipimpin oleh Sekretaris Daerah Kota Ternate, Dr. H. Rizal Marsaoly, SE., ME., bersama Tenaga Ahli Pemerintah Kota Bidang IT, Arifandy Mario Mamonto, S.Kom., M.Kom., serta Kepala Diskominfo Sandi, H. Damish Bashir, SE., ME. Kegiatan ini diikuti oleh para kepala OPD dan PIC website dari setiap OPD. Sekda Ternate, Rizal Marsaoly, menjelaskan bahwa rencana induk SPBE berisi berbagai kebijakan pemerintah yang mengacu pada rekomendasi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Menurutnya, terdapat delapan bagian yang harus diintervensi, salah satunya perbaikan sistem digital. “Alhamdulillah Pemerintah Kota merespon apa yang direkomendasikan oleh koordinator KPK. Dokumen yang disusun tim ahli ini akan menjadi guidance bagi semua OPD untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat melalui sistem digitalisasi,” ujarnya. Ia menambahkan, penyusunan dokumen sudah mencapai 75 persen dan akan segera disosialisasikan kepada seluruh perangkat daerah. Kepala Diskominfo Sandi Kota Ternate, Damish Bashir, menegaskan pihaknya akan membentuk zona untuk memantau rencana aksi tiap OPD. “Hasil pemantauan dituangkan dalam berita acara, diinput, dan menjadi bahan evaluasi Kementerian PAN-RB,” jelasnya. Sementara itu, Tenaga Ahli Bidang IT, Arifandy Mario Mamonto, menyatakan optimisme terhadap pencapaian Ternate Smart Island di akhir periode Wali Kota. “Tahun ini kita fokus pada kebijakan dan tata kelola, tahun depan manajemen dan layanan. Dengan capaian SPBE yang ada, saya optimis transformasi digital bisa rampung dalam tiga sampai empat tahun ke depan,” ungkapnya. Arifandy menilai, jika manajemen telah berjalan baik, fokus berikutnya adalah layanan publik. Target transformasi digital ini diharapkan menjadi model bagi daerah kepulauan lain di Indonesia.

Berita Lainnya