Logo Kominfo
Beranda » Berita

Pemkot Ternate Tinjau Langsung Lokasi Rawan Banjir Akibat Hujan Lebat

08 Januari 2026     Dibaca 12 kali

DISKOMINFO TERNATEHujan yang mengguyur Kota Ternate sejak Senin pagi (5/1/2026) menyebabkan terjadinya genangan air di sejumlah wilayah. Menyikapi kondisi tersebut, Pemerintah Kota (Pemkot) Ternate bergerak cepat dengan melakukan pemantauan langsung ke lokasi-lokasi yang rawan banjir.

Langkah cepat ini sejalan dengan peringatan dini cuaca ekstrem yang dikeluarkan oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melalui Stasiun Meteorologi Kelas I Sultan Baabullah Ternate. BMKG mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi hujan lebat dan bencana hidrometeorologi di wilayah Maluku Utara selama periode 5 hingga 11 Januari 2026. Sebagai bentuk respons cepat pemerintah daerah, Wali Kota Ternate Dr. H. M. Tauhid Soleman, M.Si bersama Wakil Wali Kota Ternate Nasri Abubakar dan Kepala Balai Wilayah Sungai (BWS) Maluku Utara, Saleh Talib, S.T., M.T., turun langsung meninjau kondisi luapan air dan genangan di sejumlah titik rawan banjir di wilayah Ternate Utara. Lokasi yang dipantau meliputi Kelurahan Salero, Kelurahan Siko, Kelurahan Akehuda, dan Kelurahan Tafure. Dari hasil pemantauan di lapangan, beberapa lokasi terpantau mengalami genangan air akibat luapan aliran air serta longsoran kecil. Kondisi tersebut dipicu oleh intensitas hujan yang cukup tinggi dalam beberapa hari terakhir, sehingga menyebabkan peningkatan debit air, terutama di kawasan yang berdekatan dengan permukiman warga. Kunjungan lapangan ini juga dimanfaatkan sebagai ruang dialog antara pemerintah dan masyarakat terdampak. Sejumlah warga menyampaikan langsung kondisi yang mereka alami, termasuk persoalan saluran air yang dinilai belum mampu menampung debit air saat curah hujan tinggi. Salah satu warga Kelurahan Tafure, Acim, berharap adanya perhatian serius dari pemerintah terhadap infrastruktur drainase di wilayahnya. “Kami berharap pemerintah bisa membangun dan memperbaiki saluran drainase atau got, supaya aliran air lebih lancar. Hampir setiap hujan lebat, terutama di bulan Desember dan awal tahun, wilayah ini sering tergenang,” ujarnya.

Menanggapi aspirasi warga tersebut, Kepala BWS Maluku Utara, M. Saleh Talib, S.T., M.T., menjelaskan bahwa penanganan banjir akan dilakukan secara bertahap. “Untuk jangka pendek, kami akan melakukan pengaturan aliran air dan koordinasi teknis dengan Pemkot Ternate. Selanjutnya, untuk jangka menengah dan panjang akan dilakukan kajian terkait perbaikan serta pembangunan sistem drainase yang lebih memadai,” jelasnya.

Sementara itu, Wali Kota Ternate Dr. H. M. Tauhid Soleman, M.Si menegaskan pentingnya penanganan banjir secara menyeluruh dan terintegrasi. Ia meminta Kementerian PUPR melalui Balai Wilayah Sungai untuk melakukan kajian penanganan banjir skala kota. “Saat ini permukiman warga sangat dekat dengan area aliran air. Jika intensitas hujan tinggi dan debit air meningkat, hal ini berpotensi menimbulkan banjir di beberapa lokasi. Karena itu, penanganannya harus terencana dan terpadu,” tegas Wali Kota.

Pemkot Ternate juga mengimbau masyarakat untuk tetap waspada, menjaga kebersihan lingkungan, serta tidak membuang sampah ke saluran air guna meminimalkan risiko banjir selama musim hujan berlangsung.

Berita Lainnya